KAITAN SUBSTANSI DAN STRATEGI DENGAN KEBERHASILAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW DI MADINAH
Nabi Muhammad SAW pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan, pada saat usinya 40 tahun. Perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW dimadinah sangat berat.
Substansi dan strategi Nabi Muhammad di Madinah sangat berkaitan dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di madinah, karena dengan substansinya yang membentuk masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam beliau dapat mudah menjalankan dakwahnya di Madinah dan juga untuk membuat strategi untuk bisa berdakwah di Madina.
Nabi Muhammad SAW dapat membuat strateginya yang memberikan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu dengan memberikan kehidupan bermasyarakat, masyarakat madinah akan merasa nyaman, dan dengan membuat rasa nyaman terhadap masyarakat madinah maka masyarakat Madinah dapat menerima Nabi Muhammad SAW di Madinah dengan baik dan juga dapat membuat Beliau dapat bisa mengajarkan ajaran agama islam di Madina. Dan dengan membentuk masyarakat yang mempunyai ajaran islam, maka masyarakat tersebut bisa hidup bermasyarakat sesuai ajaran Islam dan ajaran juga dari Nabi Muhammad SAW.
Dengan substansi dan strategi Nabi Muhammad SAW bisa mudah berdakwah di Madinah dengan baik dan juga dapat memperbanyak kaum muslim yang beragama Islam. karena hal itu lah yang membuat Nabi Muhammad SAW berhasil dakwah di Madinah dan juga bisa menyebarkan agama islam di Madinah.
Jadi substansi dan startegi sangat berkaitan dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah. Dengan keberhasilannya dakwah Nabi Muhammad di Madinah dapat membuat masyarakat Madinah memeluk Agama Islam sesuai ajaran Islam.
Senin, 22 Mei 2017
Sabtu, 08 April 2017
Kaitan Antara Kewajiban Menunrut Ilmu Dengan Kewajiban Membela Agama Sesuai Perintah Q.S At-taubah Ayat 122 Dan Hadist Terkait
KAITAN ANTARA KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU DENGAN KEWAIBAN MEMBELA AGAMA SESUAI PERINTAH Q.S AT-TAUBAH AYAT 122 DAN HADIST TERKAIT
Menuntut llmu wajib bagi setiap umat Islam. Karean dengan menuntut Ilmu kita akan menjadi orang yang pandai dan dihormati oleh orang lain. Akan tetapi menuntut ilmu ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat itu ilmu yang dibagikan kepada orang lain atau diberitahukan kepada orang lain contohnya seperti Guru. Ilmu yang tidak bermanfaat itu ilmu yang tidak diberikan kepada orang lain.
Semua Ilmu memang bermanfaat, akan tetapi jika Ilmu itu tidak dipaparkan untuk orang lain sama saja bohong, Ilmu itu tidak ada artinya dan tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Kaitan antara menuntut Ilmu dengan kewajiban membela Agama sesuai perintah Q.S At-taubah ayat 122 dan hadist yang terkait.
Q.S At-taubah ayat 122 menjelaskan tentang, jika semua tidak perlu ikut ke perang, maka sebagian untuk menuntut Ilmu dan memberitahukan kepada yang berperang. Ayat tersebut sangat berkaitan dengan H.R. Bukhari tentang, walaupun sedikit Ilmu yang kamu dapat atau satu ayat yang kamu dapat maka beritahulah kepada yang lainnya. Nah, jadi walaupun kita tidak bisa untuk mengikuti peperangan maka kita harus menutut Ilmu, dan Ilmu yang kita dapat, untuk kita berikan kepada yang berperang, agar yang ikut peperangan juga mempunyai Ilmu, walaupun Ilmu itutidak banyak atau sedikit maka tetap kasih tau Ilmu itu.
Dengan Ilmu kita kita bisa membela Agama kita, karena dengan Ilmu kita bisa dihargai oleh orang lain, dihormati oleh orang lain dan pandai. Untuk membela Agama kita sendiri jika hanya dengan fisik dan kekerasan maka Agama kita Agama Islam akan terpandang jelek dan selagi pula Agama Islam tidak mengajarkan untuk membela sesuatu dengan kekerasan. Akan tetapi kita harus membela Agama kita dengan Ilmu yang kita dapat contohnya seperti yang dijelaskan didalam Al-quran surat At-taubah ayat 122. Jika semuanya ikut perangmaka siapa yang akan mempunyai Ilmu dan siapa yang akan menyusun strategi untuk perang. Jadi orang yang menuntut Ilmu dengan orang yang ikut berperang pahalanya sama dan keduanya mendapatakan Ilmu.
Jadi, kita sebagai umat Islam wajib menuntut Ilmu. Karena dengan Ilmu kita akan dihormati dan dihargai oleh orang lain. Dengan Ilmu kita akan pandai, jika kita bodoh atau tidak punya Ilmu maka kita termasuk orang-orang yang kafir. Dan apabila kita tidak mempunyai Ilmu atau orang yang tidak mau berilmu maka jadilah orang yang ingin mendengarkan. Karena dengan Ilmu kita bisa membela Agama kita dan bermanfaat untuk diri kita sendiri dan untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dan satu hal yang harus kita ingat bahwa Ilmu itu harus kita berikan kepada orang lain agar lebih bermanfaat. Karena kesuksesan diri kita itu, jika peserta didik yang kita kasih Ilmu sukses dan berhasil dimasa depan.
Menuntut llmu wajib bagi setiap umat Islam. Karean dengan menuntut Ilmu kita akan menjadi orang yang pandai dan dihormati oleh orang lain. Akan tetapi menuntut ilmu ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat itu ilmu yang dibagikan kepada orang lain atau diberitahukan kepada orang lain contohnya seperti Guru. Ilmu yang tidak bermanfaat itu ilmu yang tidak diberikan kepada orang lain.
Semua Ilmu memang bermanfaat, akan tetapi jika Ilmu itu tidak dipaparkan untuk orang lain sama saja bohong, Ilmu itu tidak ada artinya dan tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Kaitan antara menuntut Ilmu dengan kewajiban membela Agama sesuai perintah Q.S At-taubah ayat 122 dan hadist yang terkait.
Q.S At-taubah ayat 122 menjelaskan tentang, jika semua tidak perlu ikut ke perang, maka sebagian untuk menuntut Ilmu dan memberitahukan kepada yang berperang. Ayat tersebut sangat berkaitan dengan H.R. Bukhari tentang, walaupun sedikit Ilmu yang kamu dapat atau satu ayat yang kamu dapat maka beritahulah kepada yang lainnya. Nah, jadi walaupun kita tidak bisa untuk mengikuti peperangan maka kita harus menutut Ilmu, dan Ilmu yang kita dapat, untuk kita berikan kepada yang berperang, agar yang ikut peperangan juga mempunyai Ilmu, walaupun Ilmu itutidak banyak atau sedikit maka tetap kasih tau Ilmu itu.
Dengan Ilmu kita kita bisa membela Agama kita, karena dengan Ilmu kita bisa dihargai oleh orang lain, dihormati oleh orang lain dan pandai. Untuk membela Agama kita sendiri jika hanya dengan fisik dan kekerasan maka Agama kita Agama Islam akan terpandang jelek dan selagi pula Agama Islam tidak mengajarkan untuk membela sesuatu dengan kekerasan. Akan tetapi kita harus membela Agama kita dengan Ilmu yang kita dapat contohnya seperti yang dijelaskan didalam Al-quran surat At-taubah ayat 122. Jika semuanya ikut perangmaka siapa yang akan mempunyai Ilmu dan siapa yang akan menyusun strategi untuk perang. Jadi orang yang menuntut Ilmu dengan orang yang ikut berperang pahalanya sama dan keduanya mendapatakan Ilmu.
Jadi, kita sebagai umat Islam wajib menuntut Ilmu. Karena dengan Ilmu kita akan dihormati dan dihargai oleh orang lain. Dengan Ilmu kita akan pandai, jika kita bodoh atau tidak punya Ilmu maka kita termasuk orang-orang yang kafir. Dan apabila kita tidak mempunyai Ilmu atau orang yang tidak mau berilmu maka jadilah orang yang ingin mendengarkan. Karena dengan Ilmu kita bisa membela Agama kita dan bermanfaat untuk diri kita sendiri dan untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Dan satu hal yang harus kita ingat bahwa Ilmu itu harus kita berikan kepada orang lain agar lebih bermanfaat. Karena kesuksesan diri kita itu, jika peserta didik yang kita kasih Ilmu sukses dan berhasil dimasa depan.
Jumat, 03 Maret 2017
KETERKAITAN ANTARA LARANGAN BERZINA DENGAN BERBAGAI KEKEJIAN YANG DITIMBULKANNYA DAN PERANGAI YANG BURUK SESUAI PESAN Q.S AL- ISRA : 32 DAN AN - NUR : 2
KETERKAITAN ANTARA LARANGAN BERZINA DENGAN BERBAGAI KEKEJIAN YANG DITIMBULKANNYA DAN PERANGAI YANG BURUK SUSAI PESAN Q.S AL – ISRA : 32 DAN AN – NUR : 2
Pada kalangan remaja sering terjadi sekali perbuatan zina, hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan masa depan Bangsa dan Negara untuk kedepannya.
Perbutan zina adalah perbutan yang sangat di benci oleh Allah SWT, oleh karena itu kita sebagai umat islam terutama kalangan remaja janganlah sekali – kali mendekati zina apalagi melakukan perbutan zina.biasanya perbutan zina ini adanya rasa ingin tau dan ingin mencoba sesuatu.
Perbutan zina terjadi karena kurangnya perhatian dari orang tua dan dan rasa sayang yang kurang dari kelurga,dan teknologi – teknologi yang sangat canggih, walaupun teknologi sudah canggih tetapi kita sebagai umat muslim gunkanlah teknologi itu dengan cara yang baik atau digunkaan dengan seperlukan, bukan untuk menonton hal – hal yang buruk seperti, melihat forno dan lain – lain, hal tersebut dapat membuat seseorang dapat berbuat zina, atau meniru apa yang dia lihat dan apa yang dipelajari. Akibatnya atau hal yang ditimbulkannya yaitu seseorang tersebut akan dibenci oleh masyarakat dan membuat masa depan yang buruk. banyak sekali perbutan zina yang lainnya dapat membuat seseorang terjerumus dalam perbutan zina.
Kita semua tahu bahwa perbuatan zina ini sangatlah dibenci oleh Allah swt, didalam al – quran juga dijelaskan dalam surat Al - isra ayat 32 dan An – nur ayat 2. Perbutan zina harus kita jauhi. Hukum perbutan zina didunia sangat lah keji seperti didera, dan diasingkaan, beberapa tahun, dan hukum perbutan zina di akhirat sanglah lebih keji yaitu dengan siksa neraka dai Allah SWT.
Jadi kita sebgai umat islam jauhilah perbutan zina, terutama untuk kalangan remaja yang kini sering terjadi, perbutan zina sangat merugikan sekali terutama merugikan diri sendiri dan merugikan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Kamis, 02 Maret 2017
HUBUNGAN ANTARA BERIMAN KEPADA MALAIKAT - MALAIKAT ALLAH DENGAN PERILAKU TELITi DISIPLIN DAN WASPADA
HUBUNGAN ANTARA BERIMAN KEPADA MALAIKAT - MALAIKAT ALLAH
DENGAN PERILAKU TELITI, DISIPLIN DAN WASPADA
Perlu kalian ketahui bahwa beriman kepada makaikat sama seperti beriman kepada Allah SWT. Dan kita sebagai umat muslim harus taat kepada apa yang diperintahkannya dan menjauhi larangannya.
Iman menurut bahasa artinya yakin atau percaya. Nah hubungannya dengan teliti, malaikat memang tidak memiliki sifat teliti, akan tetapi malaikat mengajarkan kepada umatnya atau umat muslim untuk melakukan segala hal dengan berhati - hati dan teliti, dan jangan terburu-buru dalam menjalankan hal apapun, karena perbuatan terburu-buru adalah salah satu perbuatan syetan.
Selain itu malaikat juga nganjurkan umatnya untuk bersifat disiplin, karena disiplin adalah salah satu ajaran Rasulallah SAW. Jika umat muslim tidak disiplin maka akan mengakibatkan tidak sopan terhadap orang tua, tidak tepat waktu, dan akan merugikan masa depan Negaranya juga. Nah disitulah kita sebagai umat muslim sangatlah perlu untuk meneladani apa yang diperintahkan Allah SWT, Malaikat-malaikatnya, Kitab-kitabnya dan Rasul-rasul. Memang kita sebagai umat muslim tidak dianjurkan untuk terburu-buru, namun terburu-burunya itu dalam hal apa, jika dalam hal makan memang dilarang, namun jika dalam hal orang lain sedang menunggu kita, itu baru dianjurkan atau diperbolehkan, karena membuat seseorang menunggu itu tidak baik.
Selain teliti dan disiplin kita juga sebagai umat muslim harus berwaspada, jika kita teliti dan disiplin tetapi tidak berwaspada maka ketelitian itu tidak dianggap teliti, jadi ketelitian juga harus tergantung kepada kewaspadaan kita, begitu pula dengan sifat kita dengan disiplin. Itu lah keimanan malaikat kepada Allah SWT. Ternyata sangat ada kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.
Jadi, kita sebagai umat muslim harus bersifat teliti, disiplin, dan waspada karena selain ajaran Allah SWT, ternyata perbuatan malaikat-malaikat terhadap Allah SWT. Ayo kita sebagai umat muslim segeralah seperti itu, dan jangan ditunda-tunda, karena itu hal yang paling mudah untuk menjalankan perintah Allah SWT dan membuat Negara ini menjadi maju.
Selasa, 28 Februari 2017
Langganan:
Komentar (Atom)